PENDIDIKAN BERORIENTASI MEMBANGUN KEPEMIMPINAN KREATIF DI SEKOLAH DASAR

Oleh : M. Riduwan, S.Pd., M.Pd.

KONDISI GLOBAL

Kebangkitan Cina sebagai negara raksasa ekonomi dunia, berdampak pada kesiapan Indonesia dalam membangun perekonomian nasional. Indonesia adalah bagian dari negara di kawasan Asia dengan jarak yang dekat dengan Cina sangat menguntungkan para pelaku ekonomi Cina. Indonesia sebagai salah satu negara penerima ekspor Cina untuk semua jenis hasil industrinya. Dampak negatif yang dirasakan adalah surutnya usaha perekonomian rakyat dalam negeri. Produk-produk mereka akan kalah bersaing dengan produk-produk dari Cina, dari segi kualitas maupun harga. Dengan surutnya kegiatan perekonomian rakyat di Indonesia maka dipastikan angka pengangguran dan kemiskinan semakin meningkat.

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Dengan kekayaan itu, program yang nampaknya akan dijalankan oleh pemerintah mulai tahun 2012 adalah memperbanyak jumlah masyarakat warga negara Indonesia untuk menjadi pengusaha dan pelaku bisnis/industry/wirausaha. Sangat penting rupanya mengingat pengusaha-pengusaha Indonesia hanya berjumlah kurang lebih 20% dari jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan dan mereka yang terbanyak berada di wilayah Jabodetabek dan kota-kota besar di Jawa. Pemusatan jumlah pengusaha-pengusaha tersebut adalah bukti kurangnya kreatifitas penduduk Indonesia dalam menggeluti bidang wirausaha. Padahal jika sebagian dari penduduk tersebut bisa membangun daerahnya maka tidak mustahil negara ini akan makmur dari segi perekonomiannya.

Masih jarang ditemui Rudi Choerudin (chef terkenal di acara beberapa stasiun televisi) baru yang ahli memasak di daerah-daerah. Juga masih sulit dijumpai penerus Rudi Hadisuwarno yang memiliki usaha perawatan tubuh yang terkenal sampai mancanegara. Masyarakat masih enggan berusaha sendiri dan masih menggantungkan pada proyek-proyek anggaran belanja negara dan bos-bos besar. Padahal mereka sebenarnya mampu berusaha dan tidak selamanya mereka jongos dan tergantung dari negara.

PENDIDIKAN SAAT INI

Pendidikan mempunyai peranan penting untuk mengubah paradigma yang selama ini dianut masyarakat. Negara harus memiliki peranan penting dalam mencetak warga negara yang memiliki jiwa bebas/merdeka, berintegritas, sehat, dan produktif. Pendidikan yang dianut selama ini adalah berorientasi pasokan, berorientasi ujian (UAS, UAN/UASBN), formalistik-persekolahan, kaku, government heavy, dan terobsesi dengan matematika – sains yang melahirkan warga negara yang bermental pembantu dan koruptor.

Negara sepertinya melupakan pendidikan seni dan olah raga. Warga negara melalui pendidikan dipaksa untuk mengikuti ujian-ujian (sentralistik) bukan paktek-praktek kecerdasan dan pengalaman. Melalui ujian-ujian yang hanya dilakukan beberapa hari dengan model penilaian berupa serangkaian soal pilihan ganda dibuat acuan keberhasilan individu dalam mengenyam pendidikan formal. Tentu sangat rendah kualitas yang dihasilkan, dan anehnya banyak lembaga-lembaga pendidikan merasa bangga memperoleh nilai plus jika peserta didiknya berprestasi dengan pencapaian mendapat nilai angka tertinggi.

Pendidikan yang dipersempit menjadi persekolahan formalitas. Sekolah hanya menjadi tempat guru mengajar bukan tempat siswa belajar. Semakin tinggi pendidikan formal seseorang maka dijamin angka pengangguran juga semakin tinggi. Banyak sarjana yang lulus tetapi tidak bisa menciptakan kerja sendiri. Mental mereka seakan dibuat menjadi mental babu dan pekerja. Sekolah formal mengajarkan ajaran informasional saja, pengebirian kreatifitas, imajinasi dan menjauhkan peserta didik dari kebebasan berekspresi dan praktek-praktek.

Sekolah banyak yang mengasingkan siswa dengan lingkungan terdekat mereka. Sekolah sebagai dunia tersendiri dan lingkungan setempat adalah dunia lain bagi siswa, sehingga kawasan pedesaan sangat tidak diminati oleh generasi muda saat ini. Banyak lulusan sarjana kehutanan, pertanian, perikanan yang tidak berkecimpung di dunianya. Mereka memilih menjadi seorang pegawai di kota daripada bekerja di sector pertanian maupun nelayan. Akibatnya nelayan dan petani saat ini jumlahnya sangat minim dan semakin tua.

KEPEMIMPINAN KREATIF

Kepemimpinan adalah suatu proses kepemimpinan seseorang untuk memberikan pengaruh secara sosial kepada orang lain sebagaimana yang diinginkan oleh seseorang pemimpin. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk melangkah keluar dari budaya yang ada dan memulai proses perubahan evolusioner yang lebih adaptif. Istilah kepemimpinan berasal dari kata pemimpin (leader) dan leadership diterjemahkan menjadi kepemimpinan. Sedangkan pimpinan dari kata manager. Ada perbedaan antara pemimpin dengan pimpinan yaitu kalau pemimpin muncul dari bawah sedangkan pimpinan diangkat oleh atasan berdasarkan syarat-syarat tertentu.

Kreatif adalah melihat sesuatu yang biasa dengan cara yang tidak biasa disertai dengan imajinasi dan pemikiran ilmiah, dalam rangka mencari atau menciptakan gagasan baru yang mampu menelurkan hasil yang berbeda dengan yang sudah ada, namun bisa dipraktikan dan digunakan.

Kepemimpinan kreatif berarti kemampuan untuk membuat perubahan dengan cara yang spektakuler yang berakibat dengan adanya perubahan kearah yang lebih baik pada lingkungan masyarakat, bangsa dan negara.

 

REVOLUSI MINDSET

Masih  ada celah yang bisa kita lakukan dan siasati sebagai guru untuk merubah paradigma yang berjalan saat ini. Semua materi pembelajaran di SD dimungkinkan sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan kepemimpinan kreatif. Lakukan analisis terlebih dahulu sebelum materi diajarkan. Kemudian pilih materi yang berpotensi mengembangkan kecerdasan siswa dalam membangun daerahnya dan mendapat porsi yang paling banyak dari pada materi yang berskala/tema nasional. Melalui materi-materi yang kita ajarkan jangan diporsikan semua (baik waktu dan tenaga) untuk ujian UAN/UASBN. Porsikan untuk melatih kecakapan dan kecerdasan pengalaman. Pilih materi pelajaran yang sekiranya perlu disampaikan atau tidak sama sekali. Ubah mindset guru mengajar harus teks book yang hanya akan melahirkan masyarakat berteori dan banyak bicara bualan bukan praktek langsung. Sesuaikan materi pelajaran dengan lingkungan, daerah/wilayah, kondisi masyarakat peserta didik tinggal.  Sampaikan dan latih mereka menghadapi kehidupan nyata bukan sekedar impian.

Proses pembelajaran perlu adanya revolusi besar-besaran melalui format evaluasi belajar yang mendorong kecakapan siswa. Evaluasi tertulis yang berupa pilihan ganda segera dikurangi dan evaluasi lisan seperti menulis makalah, pengamatan, praktek siswa dengan mengggunakan metode seminar dan presentasi perlu ditambah dan ditingkatkan.

Dampak  nyata yang akan dirasakan dengan munculnya jiwa kepemimpinan kreatif  dari siswa-siswa kita dikemudian hari adalah pembangunan di daerah-daerah semakin terasa dan  merata serta karakter manusia Indonesia ke depan akan dipenuhi manusia-manusia yang berinovasi, kreatif, menciptakan lapangan kerja, dan tahan akan pengaruh globalisasi. Selamat bekerja.

 

 

Sumber Bacaan

Kementerian Pendidikan Nasional. Kurikulum KTSP 2006

Prawiradilaga. Dewi S, Eveline Siregar. 2004. Mozaik Teknologi Pendidikan . Jakarta : Prenada Media

Rosyid. Daniel. M.  2011.  PENDIDIKAN INDONESIA ABAD 21 Membangun Kepemimpinan Kreatif di Sektor Publik dan Bisnis. Kuliah Perdana Program Pascasarjana UNIPA Surabaya.

http://intl.feedfury.com

http://www.anneahira.com

http://ovalhanif.wordpress.com

http://akhmadsudrajat.wordpress.com

http://abjaykutai.blogspot.com

 

1 Komentar

Filed under Uncategorized

One response to “

  1. Susah sekali ikut sertifikasi, mestinya kami korban politik EX Timor-timur Juga di perioritas apalagi sementara Kami tugas sambil Kuliah di UT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s