Penelitian Tindakan Kelas

MEREKONSTRUKSI PENINGGALAN MAJAPAHIT MELALUI PEMBELAJARAN INQUIRI PADA SISWA KELAS 4C
SD AL HIKMAH SURABAYA

Oleh :
Mochamad Riduwan, S.Pd.

SD AL HIKMAH SURABAYA
MEI 2008

PENGESAHAN

MEREKONSTRUKSI PENINGGALAN MAJAPAHIT MELALUI PEMBELAJARAN INQUIRI PADA SISWA KELAS 4C
SD AL HIKMAH SURABAYA

KARYA TULIS ILMIAH

Oleh :
Mochamad Riduwan, S.Pd., M.Pd

Menyetujui,
Kepala SD Al Hikmah Surabaya

Drs. Gatot Sulanjono

SURAT PERNYATAAN

Yang bertandatangan dibawah ini :
Nama : Mochamad Riduwan, S.Pd.
Jabatan : Guru Bidang Studi IPS
Judul Karya Tulis :

MEREKONSTRUKSI PENINGGALAN MAJAPAHIT MELALUI PEMBELAJARAN INQUIRI PADA SISWA KELAS 4C
SD AL HIKMAH SURABAYA

Menyatakan bahwa karya tulis tersebut adalah karya penulis sendiri dan bukan karya orang lain, baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang disebutkan sumbernya.
Demikian surat pernyataan ini penulis buat dengan sebenar-benarnya

Surabaya, 30 Mei 2008

Mengetahui,
Kepala Sekolah Penulis

Drs. Gatot Sulanjono Mochamad Riduwan, S.Pd., M.Pd.

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdullillah segala puji bagi Allah SWT Tuhan sekalian alam. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada baginda Rosulillah Muhammad SAW.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah membantu sehingga karya tulis ini bisa tersusun. Karya tulis ini berisi tentang kegiatan nyata penulis menggunakan pembelajaran inquiri dalam penyampaian materi pelajaran IPS dan penilaian hasil. Pembelajaran inquiri ini diaplikasikan salah satunya dengan program kunjungan ke obyek peninggalan kerajaan Majapahit dan museum purbakala dan arkeologi Jawa Timur di Mojokerto Jawa Timur pada siswa kelas 4C SD Al Hikmah Surabaya.
Pada akhirnya, semoga karya tulis ini bermanfaat bagi siapapun yang membaca maupun mengambil ilmu di dalamnya. Semoga Allah SWT meridhoi langkah kita semua, Amin
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Surabaya, 30 Mei 2008

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul 1
Halaman Pengesahan 2
Pernyataan 3
Pengantar 4
Daftar Isi 5
Abstraksi 6
BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang 7
B. Permasalahan 10
C. Tujuan Manfaat 10
BAB II Metodologi 11

BAB III Hasil 15

BAB IV Kesimpulan
A. Kesimpulan 20
B. Saran 20

Daftar Pustaka 21
Biodata 22

ABSTRAKSI
Kata kunci : Pembelajaran Inquiri

Metode ceramah, tanya jawab dalam pembelajaran IPS tidak memaksimalkan pemahaman konsep materi. Siswa belum faham betul akan konsep-konsep materi IPS yang sebernarnya sangat mudah. Oleh sebab itu guru dituntut kreatif dalam menggunakan metode pembelajaran. Pembelajaran inquiri adalah salah satu yang bisa memunculkan kemampuan dasar berfikir logis dan kritis. Permasalahannya adalah (1) mampukah pembelajaran inquiri meningkatkan pemahaman siswa ? (2) mampukah dengan pembelajaran inquiri meningkatkan kemandirian siswa ?. Tujuan penelitian ini adalah (1) Membangun kualitas siswa, baik dari aspek koqnitif, psikomotor, dan afektif, (2) Membangun kemampuan dasar siswa untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan social, (3) Memunculkan kemandirian siswa, baik di sekolah, di lingkungan keluarga dan kemandirian dalam upaya nyata melestarikan peninggalan sejarah serta lingkungan hidup di sekitarnya.
Terbukti dari hasil penelitian ini telah tampak peningkatan prestasi siswa baik dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Aspek kognitif terlihat peninggkatan nilai rata-rata ulangan harian dari sebelumnya 8.10 menjadi 9.23. Aspek afektif siswa dapat dilihat dari antusias dan keaktivan siswa dalam mengikuti pembelajaran inquiri ini. Kemudian dari aspek psikomotor siswa dapat dilihat dari kegiatan selama mengunjungi situs peninggalan Majapahit. Dalam usaha membangun kemampuan dasar siswa untuk berfikir logis dan kritis, menumbuhkan rasa ingin tahu, memecahkan masalah dan ketrampilan dalam kehidupan social, terlihat dari kemampuan siswa mengamati, meneliti, mencatat, dan membuat laporan kunjungan. Kemajuan ini amat signifikan dibandingkan sebelum pembelajaran inquiri dilakukan. Memunculkan kemandirian, sikap perduli lingkungan hidup dan upaya nyata melestarikan peninggalan sejarah Majapahit dapat dilihat dari kegiatan pembuatan laporan kunjungan, mengambil sampah dan membuangnya di tempatnya saat kegiatan observasi berlangsung. Mungkin dari usaha kecil inilah akan membawa efek yang sangat besar nantinya dikemudian hari. Perubahan perilaku membuang sampah pada tempatnya adalah suatu prestasi yang luar biasa.
Akhirnya penulis memberikan saran kepada guru IPS khususnya dan semua guru bahwa kreasi, kratifitas, dan inovasi perlu dilakukan untuk kemajuan dunia pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hasil nilai tes tulis KD I semester II 2007-2008 siswa kelas IVC SD Al Hikmah Surabaya untuk bidang studi IPS, 25% dibawah rata-rata dari ketentuan SKM sekolah (Basedata SD Al Hikmah, 2008 ; UTS). Standart Ketuntasan Minimun SD Al Hikmah Surabaya adalah 8.00 dan berlaku pada semua mata pelajaran kecuali Bahasa Jawa. Untuk hasil tes tulis KD I IPS sebanyak 10 siswa dari 34 siswa kelas IVC belum tuntas atau belum memperoleh nilai minimal 8.00.
Tabel 1.1. Nilai Tes Tulis
Kelas : 4C
KD : Persebaran SDA di Jawa Timur
NO. NAMA

Nilai
UH
1 ADIL JIHAD MUHAMMAD 7.80
2 AHMAD FARKHAN ABDU 9.60
3 ALDO RAHMANDANA 7.80
4 BIMO ABDUL AZIZ 8.20
5 DEFLION YUSSAC SAHLAN 6.60
6 EDO FENANDO PUTRA 8.40
7 HADYAN TARIS PRATAMA 5.40
8 HAFIZD BUDIMAN 8.80
9 HANINDYA SENO SASKARA 8.00
10 KAFIN AHMAD NAUFAL 9.00
11 M. KHOIRUL HUDA 4.40
12 M. RIZKI AULIA 8.40
13 M. MIKAIL YUNIZAR 8.60
14 M. RIFQI UWAISY 9.20
15 M. AMIN 8.60
16 M. ARBIAN 6.40
17 M. ATMA FARHAN 9.00
18 M. FATAH BACHTIAR 8.80
19 M. HIRZAN DZULKIFAR 9.40
20 MOHAMMAD IMAM ADLY 9.20
21 MUCH. LUBABUL HIKAM 8.00
22 MUHAMMAD RAFLY ARYA 9.60
23 MUHAMMAD UMAR AL FARUQ 7.20
24 NASRUDIN LATIF 9.20
25 NAUFAL DRESTANTA 8.40
26 NIZAR MUHAMMAD ISKANDAR 8.40
27 PAWITRA GUSTI UPASADDHA 6.40
28 PRAYOGO SOCO WASPODO 6.40
29 RABBI FIJAR MAYOZA 8.60
30 REFA OKTOYARDA 8.60
31 RIO PERMADI 7.80
32 RIZAL AR RAZAQ 6.80
33 WILDAN ZAKKY AL MUNTAHA 9.00
34 YAHYA FAIKAR HANIF 9.60

Tertinggi 9.60
Terendah 4.40
Rata 8.10
Tidak tuntas 10

Untuk menguatkan data tentang lemahnya pemahaman konsep siswa, penulis bertanya pada beberapa wali murid. Hasil perbincangan penulis dengan wali murid kelas IVC ini, diperoleh informasi bahwa masih banyak konsep-konsep IPS yang sulit dipahami siswa. Sebagai contoh setelah diuji oleh orang tua, siswa masih belum bisa menunjukkan di peta letak pulau Madura, letak gunung Semeru, letak selat Bali, letak danau Sarangan, ibukota kabupaten/kota di Jawa Timur. Di samping itu dalam pengerjaan tugas mandiri yang diberikan sebulan sekali, diketahui bahwa sebagaian besar tugas mandiri siswa ini dikerjakan oleh orang tua maupun guru les privatnya. Ini artinya siswa masih belum maksimal dalam kemandiriannya menyelesaikan tugas dari sekolah.
Berdasar data di atas, membuat penulis merasa perlu untuk memperbaiki pola pengajaran yang sudah penulis lakukan. Selama ini penyampaian pelajaran IPS hanya dengan metode ceramah dan kadangkala dengan melihat tanyangan VCD pembelajaran IPS. Penulis merasa siswa jarang diikutsertakan aktif dan mengalami langsung yang berhubungan dengan materi ajar. Untuk itu, usaha yang penulis lakukan adalah mengganti metode pembelajaran yang sesuai dengan tema dalam KD yang akan diajarkan.
Untuk tema KD peninggalan sejarah di Jawa Timur, penulis menggunakan metode pembelajaran berbasis inquiri. Pembelajaran inquiri ini merupakan solusi yang penulis yakini sebagai solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas dan kemandirian siswa dalam belajar. Pembelajaran inquiri ini juga cocok untuk tema merekontruksi peninggalan Majapahit. Siswa akan lebih antusias dan lebih tertarik lebih dalam pada materi pelajaran IPS. Penulis yakin belum pernah ada peneliti lain melakukan pembelajaran inquiri dengan menggandengkan topik merekontruksi peninggalan sejarah di lingkungan sekitar terutama pada peninggalan kerajaan Majapahit.
Inquiri sendiri adalah suatu proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi dan atau eksperimen untuk mencari jawaban atau memecahkan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan logis. Inquiri merupakan prosedur yang dilakukan ilmuwan yang memiliki motivasi tinggi dalam upaya memperjelas pemahaman, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah-kangkah dalam pembelajaran inquiri adalah sebagai berikut :
1. Observasi atau pengamatan terhadap berbagai fenomena
2. Mengajukan pertanyaan tentang fenomena yang dihadapi
3. Mengajuan kemungkinan jawaban
4. Mengumpulkan data yang berkaitan dengan pertanyaan yang diajukan
5. merumuskan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data
Oleh karena itu, dalam pembelajaran inquiri ini penulis harus merancang kegiatan yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan penemuan di dalam penyampaian materi pelajaran.

B. Ruang Lingkup Permasalahan
Penelitian yang penulis sajikan ini merupakan bentuk kegiatan pembelajaran inquiri, dimana pembelajaran ini penulis lakukan kepada siswa sekolah dasar kelas 4 dengan pertimbangan siswa sudah mampu berfikir kritis dan logis. Penelitian ini akan membahas permasalahan sebagai berikut ;
1. Apakah pembelajaran berbasis inquiri mampu meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa pada bidang studi IPS ?
2. Apakah pembelajaran berbasis inquiri pada bidang studi IPS mampu meningkatkan kemandirian siswa ?

C. Tujuan dan Manfaat
Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan penelitian ini antara lain :
1. Membangun kualitas siswa, baik dari aspek koqnitif, psikomotor, dan afektif.
2. Membangun kemampuan dasar siswa untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial
3. Memunculkan kemandirian siswa, baik di sekolah, di lingkungan keluarga dan kemandirian dalam upaya nyata melestarikan peninggalan sejarah serta lingkungan hidup di sekitarnya.

Manfaat yang diharapkan dalam kegiatan penelitian ini antara lain :
1. Menambah pengalaman guru dalam melakukan proses pembelajaran inovatif.
2. Menambah pengalaman siswa dalam menerima pelajaran agar daya serap materi pelajaran mencapai tingkatan yang maksimal.

BAB II
METODOLOGI

A. Metode Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Sintaks-sintaks dalam penelitian tindakan kelas ini antara lain :
(1) perencanaan yang meliputi penyusunan rencana kegiatan yang akan dilakukan pada subyek penelitian ;
Secara garis besar rencana tindakan yang dilakukan penulis antara lain :
1. Menyiapkan materi tentang KD peninggalan sejarah di Jawa Timur
Kegiatan ini adalah membuat ringkasan materi tentang peninggalan sejarah di propinsi Jawa Timur. Hal ini dilakukan karena pada buku paket IPS semua penerbit tidak membahas secara spesifik materi peninggalan sejarah di Jawa Timur. Materi ini kemudian diberikan kepada siswa sebagai bahan acuan dalam kegiatan pembelajaran.

2. Menyiapkan LKS, LT, media pembelajaran, panduan rumusan masalah, dan test tulis
Kegiatan ini adalah membuat lembar tugas, lembar kerja siswa, soal ulangan harian, media pembelajaran dan panduan rumusan masalah yang akan digunakan siswa dalam rangka observasi ke obyek peninggalan Majapahit di Mojokerto Jawa Timur.

3. Menentukan tempat yang akan digunakan siswa dalam kegiatan observasi
Kegiatan ini adalah menentukan obyek untuk kegiatan observasi siswa. Obyek yang telah ditentukan adalah situs peninggalan sejarah Majapahit dan museum arkeologi Jawa Timur di Trowulan Mojokerto.

4. Menyusun skenario pelaksanaan tindakan
Kegiatan ini adalah menyusun sintaks-sintaks yang akan dilakukan penulis dalam melaksanakan metode pembelajaran inquiri. Tahap-tahap tersebut meliputi ; (1) penyampaian tujuan dan materi pembelajaran yang dilaksanakan selama 4 JP, (2) persiapan, kunjungan ke obyek observasi, serta pembuatan laporan kunjungan dilaksanakan dengan alokasi waktu 6 JP, dan (3) melaksanakan test tulis dengan alokasi waktu 2 JP.

(2) pelaksanaan yaitu kegiatan yang dilakukan selama penelitian disesuaikan dengan rencana kegiatan/tindakan;
1. Penyampaian materi pelajaran
• Penyampaian tujuan pembelajaran
• Membentuk kelompok-kelompok kecil yang heterogen
• Menjelaskan materi pelajaran
• Umpan balik dengan siswa mengerjakan LKS dan Lembar Tugas

2. Persiapan dan kunjungan ke museum
• Penyampaian tujuan observasi
• Membimbing siswa membuat rumusan masalah
• Membuat rencana kegiatan siswa
Topik : Merekontruksi Peninggalan Kerajaan Majapahit
Sub Topik : Museum Arkeologi Trowulan Mojokerto

NO. KETRAMPILAN KEGIATAN SISWA
1. Observing (pengamatan) Siswa mengamati macam-macam benda peninggalan Majapahit di museum.

2. Identification(pengidentifikasian) Siswa mengidentifikasi jenis-jenis benda peninggalan Majapahit.

3. Classifying (pengelompokan) Siswa mengelompokkan sesuai jenisnya.

4. Communicating (mengkomunikasikan) Siswa membuat bagan tentang jenis-jenis benda peninggalan Majapahit.

5. Interfering (perlakuan) Siswa terjun langsung membersihkan benda-benda peninggalan Majapahit.
Siswa terjun langsung membersihkan lingkungan sekitar museum

6. Relationship (mencari saling hubungan)
Siswa dapat mencari hubungan kondisi benda yang diluar museum dengan di dalam museum.

7. Recognizing cause & effect
(sebab akibat) Siswa dapat menjelaskan sebab akibat rusaknya benda-benda peninggalan Majapahit.

8. Interpreting scientific/illustration(menafsirkan secara ilmiah/ilustrasi) Siswa dapat memperkirakan sendiri jika benda-benda peninggalan Majapahit tidak dirawat dengan baik.

9. Menerapkan Siswa dapat menerapkan hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari.

10 Saran/Rekomendasi Siswa membuat saran (contoh : lebarkan bangunan museum dan stop pencurian benda-benda peninggalan Majapahit).

• Membagikan lembar tugas
• Membimbing siswa dalam kegiatan observasi
• Pembuatan laporan kunjungan

3. Test Tulis
• Membagikan soal test tulis
• Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam mengartikan pertanyaan di dalam soal test

(3) pengamatan yaitu kegiatan mengamati dan mencatat hal-hal yang menarik dan penting selama pelaksanaan tindakan;
1. Observasi pada saat KBM di kelas
2. Observasi selama kunjungan ke obyek peninggalan Majapahit di Museum Mojokerto
3. Observasi pelaksanaan dan hasil test tulis

(4) refleksi yaitu kegiatan umpan balik dan menelaah tahap-tahap observasi yang sudah dikerjakan sebelumnya untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan.

B. Subyek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas 4C SD Al Hikmah Surabaya dengan jumlah siswa sebanyak 34 siswa. Kelas 4C adalah kelas dimana siswanya memiliki kecerendungan MI logic mathematic, sehingga karakteristik siswa 4C ini adalah mampu berfikir, menemukan masalah, kritis dan rasa ingin tahu yang tinggi.

C. Teknik Pengumpulan Data
Sumber data meliputi siswa, materi pelajaran, media pembelajaran, hasil pembelajaran dan lingkungan pembelajaran. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif yang meliputi : rencana pembelajaran, hasil observasi, dan data kumpulan nilai. Pengambilan data dilakukan dengan cara :
1. Observasi
Observasi dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung di kelas dan pada saat kunjungan ke museum peninggalan Majapahit di Mojokerto, Jawa Timur.
2. Tes
Alat tes yang digunakan adalah soal-soal test tulis/ulangan harian yang dilaksanakan pada akhir pertemuan KD peninggalan sejarah di Jawa Timur.

D. Analisis Data
Indikator keberhasilan penelitian ini adalah apabila :
• siswa memperoleh nilai dari aspek koqnitif maksimal.
• siswa bisa berpikir logis dan kritis, menjawab rasa ingin tahu, memecahkan masalah dan keterampilan dalam kehidupan social (hubungan social dengan teman sejawat) yang ditandai dengan antusias dalam kegiatan pembelajaran di kelas dan pada saat kegiatan observasi ke museum.
• munculnya kemandirian siswa yang ditandai dengan keberhasilan dalam pembuatan laporan kunjungan yang dikerjakan perkelompok dengan beranggotakan 3 siswa.
Oleh sebab itu data-data yang sudah diperoleh dipilih dan disesuaikan dengan indikator keberhasilan dalam penelitian ini.

BAB III
LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMBELAJARAN
A. Hasil Penelitian Kegiatan Pembelajaran
1. Laporan pelaksanaan kegiatan pembelajaran
Dari hasil pengambilan data pelaksanaan pembelajaran inquiri di lapangan menghasilkan hal-hal sebagai berikut :
1) Pelaksanaan kegiatan pembelajaran inquiri sangat efektif dilakukan pada subyek. Dari hasil observasi selama pembelajaran inquiri ini mengindikasikan bahwa perilaku subyek mengalami perubahan ke arah yang lebih aktif. Dari observasi nampak dengan jelas bahwa selain konsentrasi, perilaku-perilaku positif lainpun berkembang sesuai dengan sintaks-sintaks dalam pembelajaran inquiri.
Perilaku yang teramati adalah :
• Subyek aktif dan berpartisipasi
Selama pembelajaran di kelas berlangsung siswa tampak aktif dan senang. Pembentukan kelompok kecil sangat membantu siswa memahami konsep materi pelajaran. Apalagi motivasi dan semangat belajar muncul setelah mereka mengetahui tujuan pembelajaran, karena mereka akan mengunjungi obyek peninggalan Majapahit dan merasa ikut langsung merekontruksi peninggalan Majapahit.
• Subyek mampu merekontruksi peninggalan Majapahit
Selama kunjungan ke obyek peninggalan Majapahit di Mojokerto, siswa mampu melakukan kegiatan pengamatan, mengidentifikasi jenis-jenis, dan membuat pengelompokkan berdasarkan jenis benda-benda peninggalan Majapahit. Siswa tampak sekali antusias mencatat semua data yang diperlukan untuk pembuatan laporan ( lihat gambar 3.1, 3.2, 3.3, 3.4).

Gambar 3.1. Siswa antusias mencatat informasi dari guru

Gambar 3.2. Siswa mengidentifikasi jenis benda

Gambar 3.3. Siswa melakukan pengamatan

Gambar 3.4. Siswa mengelompokkan jenis-jenis benda

• Subyek mampu menjaga kebersihan lingkungan peninggalan Majapahit
Sampah plastik dan kertas dari bungkus snack yang mereka makan saat kunjungan ke obyek peninggalan Majapahit dibuang pada tempatnya. Perlakuan ini merupakan upaya nyata siswa menjaga kebersihan lingkungan peninggalan Majapahit.

Gambar 3.5. Siswa membersihkan lingkungan sekitar obyek
2) Hasil laporan kunjungan yang dibuat oleh siswa sudah memenuhi criteria yang telah ditentukan oleh guru. Isi laporan ini memuat hasil pengamatan, identifikasi jenis-jenis, pengelompokkan, serta pemecahan permasalahan. Pembuatan laporan sendiri menuntut siswa bekerja kelompok dan masing-masing mempunyai peran sehingga secara mandiri siswa mampu mengerjakannya.

2. Hasil pengolahan data ulangan harian
Tabel 3.1. Hasil Nilai Tes Tulis
Kelas : 4C
KD : Peninggalan Sejarah Di Jawa Timur

NO. NAMA

Nilai
UH
1 ADIL JIHAD MUHAMMAD 9.00
2 AHMAD FARKHAN ABDU 10.00
3 ALDO RAHMANDANA 8.80
4 BIMO ABDUL AZIZ 7.80
5 DEFLION YUSSAC SAHLAN 7.80
6 EDO FENANDO PUTRA 9.40
7 HADYAN TARIS PRATAMA 8.80
8 HAFIZD BUDIMAN 10.00
9 HANINDYA SENO SASKARA 9.00
10 KAFIN AHMAD NAUFAL 9.60
11 M. KHOIRUL HUDA 7.80
12 M. RIZKI AULIA 9.20
13 M. MIKAIL YUNIZAR 10.00
14 M. RIFQI UWAISY 9.80
15 M. AMIN 10.00
16 M. ARBIAN 9.40
17 M. ATMA FARHAN 10.00
18 M. FATAH BACHTIAR 9.20
19 M. HIRZAN DZULKIFAR 9.00
20 MOHAMMAD IMAM ADLY 8.80
21 MUCH. LUBABUL HIKAM 9.40
22 MUHAMMAD RAFLY ARYA 9.60
23 MUHAMMAD UMAR AL FARUQ 8.80
24 NASRUDIN LATIF 10.00
25 NAUFAL DRESTANTA 10.00
26 NIZAR MUHAMMAD ISKANDAR 10.00
27 PAWITRA GUSTI UPASADDHA 9.00
28 PRAYOGO SOCO WASPODO 9.00
29 RABBI FIJAR MAYOZA 8.60
30 REFA OKTOYARDA 10.00
31 RIO PERMADI 9.00
32 RIZAL AR RAZAQ 8.80
33 WILDAN ZAKKY AL MUNTAHA 9.60
34 YAHYA FAIKAR HANIF 10.00

Tertinggi 10.00
Terendah 7.80
Rata 9.23
Tidak tuntas 3

B. Analisis Hasil Penelitian Kegiatan Pembelajaran
Dari hasil pengumpulan data diketahui bahwa hasil tes tulis atau ulangan harian pada materi peninggalan sejarah di Jawa Timur yang dilaksanakan pada kelas 4A sejumlah 34 siswa, memperoleh rata-rata 9.23. Nilai tertinggi 10.00 dan yang terendah 7.80. Siswa yang tidak tuntas sebanyak 3 siswa. Perolehan nilai ini meningkat signifikan dibandingkan hasil test tulis KD sebelumnya. Pada KD sebelumnya, diperoleh nilai rata-rata 8.10 dengan nilai tertinggi 9.60 dan nilai terendah 4.40. Siswa yang tidak tuntas 10 siswa. Dengan demikian pembelajaran inquiri ini mampu meningkatkan siswa dalam memahami konsep materi IPS.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Pada penelitian ini telah tampak peningkatan prestasi siswa baik dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Aspek kognitif terlihat peninggkatan nilai rata-rata ulangan harian dari sebelumnya 8.10 menjadi 9.23. Aspek afektif siswa dapat dilihat dari antusias dan keaktivan siswa dalam mengikuti pembelajaran inquiri ini. Kemudian dari aspek psikomotor siswa dapat dilihat dari kegiatan selama mengunjungi situs peninggalan Majapahit.
Dalam usaha membangun kemampuan dasar siswa untuk berfikir logis dan kritis, menumbuhkan rasa ingin tahu, memecahkan masalah dan ketrampilan dalam kehidupan social, terlihat dari kemampuan siswa mengamati, meneliti, mencatat, dan membuat laporan kunjungan. Kemajuan ini amat signifikan dibandingkan sebelum pembelajaran inquiri dilakukan.
Memunculkan kemandirian, sikap perduli lingkungan hidup dan upaya nyata melestarikan peninggalan sejarah Majapahit dapat dilihat dari kegiatan pembuatan laporan kunjungan, mengambil sampah dan membuangnya di tempatnya saat kegiatan observasi berlangsung. Mungkin dari usaha kecil inilah akan membawa efek yang sangat besar nantinya dikemudian hari. Perubahan perilaku membuang sampah pada tempatnya adalah suatu prestasi yang luar biasa.

B. Saran
• Kreatifitas seorang guru dalam KBM bisa membangkitkan semangat belajar dan meningkatkan pemahaman konsep siswa.
• Usaha sekecil apapun akan selalu bermakna bagi guru, siswa, dan masyarakat dan nantinya akan menjadi sesuatu yang besar dan bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Azis Wahab, MA, Prof, Dr. 2007. Metode dan Model-Model Mengajar IPS . Bandung : ALFABETA CV

Slameto. 1988 . Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya . Jakarta : Bina Akasara

Suharsimi Arikunto, Prof, dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi Aksara

Sukidin, Basrowi, Suranto . 2002 . Manajemen Penelitian Tindakan Kelas . Insan Cendekia

1 Komentar

Filed under Uncategorized

One response to “Penelitian Tindakan Kelas

  1. thanks..
    sangat bermanfaat🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s